Responsive image
0
0
0

MENABUNG DI BAWAH KASUR, AKHIRNYA PERGI HAJI

Ibadah haji memang membutuhkan kemampuan fisik dan finansial yang lebih mengingat biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan. Namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Seperti ungkapan "Di mana ada niat, di situ ada jalan". Ibadah haji yang semula dipandang sebagai ibadah prestisius, ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh orang orang kaya saja, terpatahkan dengan kenyataan bahwa banyak masyarakat yang memiliki pendapatan yang tidak seberapa namun dengan tekad yang kuat, akhirnya bisa berangkat ke tanah suci. Seperti yang dilakukan seorang kakek berusia 96 tahun yang menabung selama 70 tahun untuk dapat pergi ke tanah suci.

 

Ialah Kakek Ambari, kakek yang beralamat di Blok Pelandakan, RT 04 RW 07, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Kakek Ambari yang terdaftar di Kementerian Agama kota Cirebon ini termasuk jamaah haji yang tertua, mengingat usianya yang sudah mencapai 96  tahun.

 

Sehari-harinya, Kakek Ambari bekerja sebagai petani. Ia menanam singkong, timun, kacang panjang dan lainnya. Kemudian hasil tanamannya dijual dan hasil penjualannya ia kumpulkan sedikit demi sedikit.

 

Namun usaha kakek Ambari tidaklah biasa. Bagaimana tidak, Kakek Ambari telah menabung uang hasil bekerjanya selama 70 tahun. Ia mulai berniat dan menabung sejak usia 26 tahun. Kakek Ambari juga tidak menabungkan uangnya di bank, melainkan di bawah kasur. Saat ditanyain, ia mengaku menyimpan uangnya di bawah kasur dan ditanam di tanah.

 

Jangka waktu menabungnya yang sudah sangat lama, membuat sebagian uangnya tidak laku lagi sebagai mata uang, Kemudian dijualnya uang tersebu kepada kolektor dengan harga yang tinggi.

 

Asripah, anak semata wayang Kakek Ambari mengaku  tidak mengetahui secara rinci mengenai perjuangan ayahnya yang menabung selama puluhan tahun itu. Menurutnya, Almarhumah Ibunya yang lebih mengetahui perjuangan mereka menabung di bawah kasur tersebut. Namun yang ia tahu, ayahnya memang telah mendaftar haji sejak tahun 2013 dan berangkat di tahun 2016.

 

Awalnya, Kakek Ambari akan berangkat haji bersama sang istri. Namun Allah lebih dulu memanggil istirnya 2 tahun lalu. Jadilah ia berangkat bersama Asripah sang anak. Ambar (96 tahun) dan Asripah (60 tahun), ayah dan anak yang sudah tidak muda lagi ini masih memiliki semangat yang tinggi. Maka semangat mereka perlu kita contoh, apalagi jika kita masih muda dan memiliki tenaga yang  masih kuat.

 

Jangan sia-siakan waktu kita dengan menunda nunda ibadah haji kita. Yuk, segerakan dan contohlah semangat dan usaha yang dilakukan oleh Kakek Ambari ini.

Artikel Rekomendasi