Responsive image
0
0
0

RUMAH NABI MUHAMMAD

Nabi Muhammad adalah Rasul Allah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Ia diutus dengan membawa kitab suci yang juga sebagai kita penyempurna kitab sebelumnya. Ia lah panutan kita, seorang Rasul yang sangat dicintai dan dirindukan. Ia lah yang menyebarkan agama Allah dengan perjuangan yang begitu besar. Meskipun kita tidak pernah melihat Nabi Muhammad secara langsung, namun hati kita percaya, kita beriman bahwa Ia lah utusan Allah, ia lah panutan hingga akhir zaman, dan kita bahkan bisa mencintainya seakan kita telah mengenalnya sejak lama. Semua berkat kewibawaannya.

 

Nabi Muhammad lahir di Makkah pada bulan Rabbiul Awal dengan keadaan yatim. Beliau kemudian diasuh oleh kakeknya dan pamannya. Kemudian Nabi Muhammad hijrah dan tinggal di Madinah karena dikepung oleh pasukan bersenjata yang ingin membunuhnya.

 

Ada banyak cara untuk semakin mempelajari kehidupan Rasul kita Nabi Muhammad SAW. Bisa dengan membaca kisah hidupnya, meneladani kebijaksanaannya, atau mendatangi tempat tempat bersejarah yang berhubungan dengan Nabi Muhammad. Salah satu tempatnya adalah museum Nabi Muhammad yang berada di depan gerbang 8 Masjid Nabawi. Di sana terdapat diorama rumah atau tempat tinggal nabi Muhammad selama di Madinah.

 

Museum yang buka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 20.00 ini tidak dipungut biaya untuk masuk kedalamnya, dan semua orang bisa masuk dan melihat isi museumnya. Museum ini tidak berisi barang-barang peninggalan Nabi Muhammad namun lebih memperlihatkan gambar dan diorama, termasuk diorama rumah Rasulullah SAW kala itu.

 

Pembuatan museum ini juga tidak asal-asalan, melainkan melalui langkah penelitian yang mendalam oleh Al Madinah Al Munawwarah Research & Studies Center.

 

Dalam diorama tersebut terlihat betapa sangat sederhananya rumah nabi Muhammad. Rumah beliau hanya tembok dengan bata beratapkan daun kurma yang dikeringkan. Isi rumah Nabi Muhammad juga tidak terdapat banyak ruang. Hanya satu ruang untuk kegiatan utama serta satu kamar tidur. Dan rumah beliau berpagar kayu dan terdapat akses menuju Masjid Nabawi.

 

Tidak jauh berbeda dengan rumah Nabi Muhammad, Masjid Nabawi kala itu juga masih sangat sederhana. Masjid  terdiri dari tembok yang setinggi pagar, tidak ada atapnya kecuali pada shaf pertama, dan beralaskan tanah.

 

Kota Madinah kala itu masih sangat sepi, hanya terdiri dari beberapa rumah saja. Dikutip dari detik.com, luas Kota Madinah kala itu hanya seluas Masjid Nabawi saat ini. Kini rumah Nabi Muhammad sudah menjadi bagian dari Masjid Nabawi. Makam Nabi Muhammad pun yang semula terdapat di dalam kamarnya, kini telah berbentuk dinding hijau persegi empat yang terdapat di dalam Masjid Nabawi.