Responsive image
0
0
0

BADAL HAJI DAN PRINSIP TOLONG MENOLONG

Saat hendak melaksanakan ibadah Haji yang kedua atau ketiga, banyak orang akan menitipkan sejumlah uang kepada kita untuk badal Haji, biasanya mereka ingin membadalkan Haji salah satu dari kedua orang tuanya. Memang masalah badal Haji banyak dilakukan umat muslim dimanapun berada, salah satu faktor adanya badal Haji adalah banyak jamaah yang meninggal terlebih dahulu atau sudah lansia yang tidak mampu untuk berangkat menunaikan ibadah Haji atau kondisi tubuh yang kurang mendukung yang dapat menjadikan banyaknya mudhorot jika dipaksakan untuk berangkat ke tanah suci.
Menghajikan orang lain menjadi hal yang biasa dilakukan mahasiswa yang berada di Arab Saudi jika musim Haji tiba, terutama mahasiswa dari Indonesia. Karena dengan membadalkan Haji, maka mereka mendapat upah dan dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhannya selama berada di negara lain. Namun terdapat hadist yang diriwayatkan oleh Abu Usman yang menerangkan tentang masalah ini :
“Apabila datang akhir zaman, maka manusia berangkat haji itu ada empat golongan, yaitu para penguasa untuk pesiar (sekedar jalan-jalan), orang-orang kaya untuk berniaga (berdagang), orang-orang miskin untuk meminta-minta,dan ahli qira’ah untuk sum’ah (agar didengar orang lain).”
Di dalam kitab Ihya’ Ulumuddin disebutkan bahwa, di dalam hadist tersebut terdapat isyarat yang menunjukkan tujuan-tujuan di dunia yang berhubungan dengan ibadah Haji dan seluruhnya termasuk kedalam sesuatu yang menghalangi keutamaan Haji dan tidak termasuk dalam Haji khusus.
Kaitannya adalah jika kita membadalkan Haji orang lain dengan niat untuk mencari upah, ini yang dilarang. Karena mencari upah atau kehidupan dunia dengan cara amal akhirat, sangat tidak di sukai oleh orang-orang wara’ dan orang-orang yang berhati kecuali orang-orang yang bermaksud tinggal di Makkah,tetapi dia tidak memiliki bekal maka dia boleh mengambil upah dari membadalkan Haji orang lain dengan tujuan tersebut. Cara yang lebih baik adalah membadalkan Haji orang lain dengan niatan untuk beribadah, ibadah yang berkaitan dgn manusia dengan menganut prinsip tolong menolong. Dalam hadist lain disebutkan bahwa:
“Dengan satu haji, Allah Maha Suci memasukkan tiga orang ke syurga, yaitu orang yang berwasiat untuk Haji, orang yang melakukannya dan orang yang Haji untuk saudaranya.”
Oleh sebab itu, jangan jadikan badal Haji ini seperti bisinis jasa, namun jadikan sebuah sarana untuk saling tolong menolong. Sehingga keutamaan Haji tetap terjaga.