Responsive image
0
0
0

MENGENALI TRAVEL UMROH TAK BERTANGGUNGJAWAB

Memilih biro perjalanan memanglah butuh pertimbangan yang matang, karena akan berdampak pada kenyamanan dan keamanan ibadah umroh kita. Harga merupakan hal yang sangat sensitif bagi calon konsumen. Konsumen cenderung akan mempertimbangkan harga yang lebih murah dengan alasan efisiensi. Berdasarkan kasus yang telah terjadi, harga murah yang tidak masuk akal berujung penipuan. Namun tidak semua travel yang memberi harga lebih murah adalah travel abal-abal (selagi harga masuk akal). Sebenarnya ada lagi ciri-ciri travel abal-abal yang penting kita kenali agar meminimalisir kasus penipuan.

 

1. Harga tidak masuk akal
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pemberian harga miring yang tak masuk akal bisa jadi berujung pada penipuan. Katakanlah, harga paling minimal umroh "murah" adalah Rp 20 juta, lalu bagaimana segala fasilitas kita dapatkan dengan harga yang hanya Rp 14 juta? Bukannya langsung mengiyakan, seharusnya kita mempertanyakan bagaimana jaminan ibadah kita di tanah suci.

 

2. Transaksi ke rekening pribadi
Berhati-hatilah apabila kita diminta untuk mentransfer ke rekening pribadi marketing. Yang benar adalah setelah ada kesepakatan, kita harusnya mentrasfer biaya ke rekening perusahaan sebagai tanda bukti pembayaran yang sah. Apabila kita mentransfer ke rekening pribadi, kita tidak akan tahu kelanjutan uang tersebut, apakah dilanjutkan ke perusahaan atau tidak. Dan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak travel bisa menyatakan bahwa mereka tidak pernah menerima dana dari konsumen.

 

3. Tidak transparan kepada konsumen
Sebagai konsumen, kita berhak untuk meminta kejelasan fasilitas apa saja yang akan kita terima apabila kita membayar sejumlah uang untuk ibadah umroh. Semakin jelas dan detail penjelasan yang diberikan kepada kita, maka semakin baik. Selain itu, lihat lah apakah travel tersebut terbuka mengenai izin yang dikantonginya, misalnya izin dari kemenag, izin usaha dan izin dari lembaga lainnya. Apabila travel tidak transparan, maka kita patut waspada.

 

4. Usia yang masih sangat muda
Tidak semua travel umroh yang usianya masih setahun atau dua tahun memiliki kredibilitas yang jelek. Apabila kita sudah mengendus kecurigaan seperti yang telah dijabarkan di atas, kita patut curiga. Namun berbeda hal nya apabila travel umroh tersebut memiliki jaringan, diakui keberadannya, mengantongi izin, dan adanya pertumbuhan peserta yang diberangkatkan secara signifikan meskipun usianya masih sangat muda. Dan tidak semua travel umroh yang telah lama berdiri tidak berpotensi untuk melakukan penipuan. Yang jelas, sebagai konsumen kita dituntut untuk cerdas, kritis dan bijaksana dalam memilih biro perjalanan untuk mengakomodasi perjalanan ibadah umroh kita agar nyaman dan aman.

Artikel Rekomendasi