Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

APA ITU HARI TASYRIK?

1 min read

APA ITU HARI TASYRIK?

Jamaah haji tentu harus mengetahui istilah hari dalam pelaksanaan ibadah haji mereka seperti hari tasyrik misalnya. Apa itu hari Tasyrik? Hari Tasyrik yaitu hari dimana jamaah haji berada di Mina untuk melaksanakan jumroh. Dimana sebelumnya pada tanggal 10 Dzulhijjah jamaah haji melakukan umroh Aqobah, maka hari tasyrik ini adalah hari pada tanggal 11, 12, 13 di bulan Dzulhijjah.

 

Pengertian dari hari tasyrik ini memang bermacam macam, namun yang lebih rojih, kita bisa melihat sebuah hadist yang sebagaimana di riwayatkan dari Nubaisyah Al Hudzali, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim).

 

Di dalam kitab Al Iqna, Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha atau hari nahr. Begitu juga seorang ulama fikih termasyhur yaitu Imam Nawawi rahimahullah berkata,

 

“Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadits disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.”.

 

Dari penjelasan ini bisa kita ketahui bahwa pengertian hari tasyrik dan kenapa disebut hari tasyrik, maksudnya adalah hari di mana manusia menjemur daging qurban di terik matahari karena di masa silam tidak ada pendingin atau freezer seperti saat ini. Maka agar daging itu tetap awet dan bisa di konsumsi, daging tersebut dijemur atau didendeng. 

 

Demikian juga berpuasa pada hari tasyrik ini diharamkan sebab hari tasyrik adalah hari makan dan minum berarti ketika itu tidak diperbolehkan untuk berpuasa apa pun di hari-hari tersebut (11, 12, 13 Dzulhijjah). Inilah pendapat yang lebih dikuatkan dalam madzhab Syafi’i.

 

Bagi jamaah Haji yang mabit di Mina, maka pada Hari Tasyrik ini yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah mereka akan melakukan jumrah lanjutan, baik itu yang menempuh nafar awal atau nafar tsani.

 

Untuk dua nafar itu, jamaah Haji akan melempar jamarat untuk tiga tiang, yaitu sughra (kecil/ula), wustha (tengah), dan diakhiri kubra (besar/aqabah). Jumrah dimulai dari tiang jamarat kecil, tengah, dan diakhiri besar. Sesuai ketentuan dalam ilmu syariah, masing-masing tiang harus dilempar dengan tujuh batu. Batu untuk jumrah di Hari Tasyrik boleh diambil di Muzdalifah ataupun Mina.

 

Setelah semuanya selesai, barulah mereka melakukan thawaf ifadhah menuju Kabah dan bertahalul kubro, sebagai tanda bahwa mereka telah menyelesaikan dengan sempurna rangkaian ibadah Haji.

4
Firman Zamzami Muhammad LC
Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *