Desi Wulandari Buruh teks serabutan

ANAK KECIL PERGI HAJI, SUDAH TUNTASKAH KEWAJIBANNYA?

1 min read

ANAK KECIL PERGI HAJI, SUDAH TUNTASKAH KEWAJIBANNYA?

Ada dua perbedaan pendapat di antara para ulama terkait hukum anak kecil pergi haji dan apakah ibadah hajinya dihitung sah. Sebagian ulama mengatakan bahwa balig merupakan syarat sah untuk melaksanakan ibadah haji. Jadi, anak-anak yang belum balig artinya belum memenuhi salah satu dari syarat sah ibadah haji meski dirinya sudah memenuhi syarat sah lainnya.

 

Sehingga anak kecil yang belum akil balig belum diwajibkan untuk berhaji, seperti yang diriwayatkan oleh HR Abud Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi, “Diangkat pembebanan hukum dari tiga kelompok orang, yaitu orang tidur sehingga dia bangun, anak kecil sehingga dia bermimpi, dan orang gila sampai dia sembuh.”

 

Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa balig bukan termasuk syarat sah ibadah haji, sehingga anak kecil pergi haji akan tetap dianggap sah serta mendapat pahala sebagaimana orang berhaji. Namun haji yang dijalankan bukanlah hajjatul Islam, yang artinya saat si anak sudah balig atau dewasa, ia tetap berkewajiban untuk berhaji karena kewajibannya belum tuntas.

 

Melihat dari riwayat Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa saja anak kecil yang berhaji lalu ia dewasa, maka ia masih punya kewajiban haji yang lain. Begitu pula budak yang berhaji, kemudian ia dimerdekakan, maka ia masih punya kewajiban haji yang lain” (HR Ibnu Abi Syaibah, Al-Baihaqi).

 

Ketika melakukan ibadah haji, anak kecil yang belum mumayiz biasanya akan digantikan oleh walinya untuk melaksanakan beberapa proses haji. Mumayiz adalah keadaan di mana anak sudah bisa membedakan mana perkara yang baik dan mana yang buruk dan bisa melakukan hal-hal kecil dan ringan secara mandiri. Beberapa kegiatan yang bisa diwakilkan oleh walinya ketika anak kecil pergi haji yaitu seperti ihram, membaca talbiyah, thawaf, sa’I, wukuf, dan melempar jumroh.

 

Nah, apabila orang tua melaksanakan tawaf sambil menggendong anaknya, maka sang anak juga akan mendapat pahala seperti ia bertawaf sendiri. Terlepas dari sah atau tidak nya ibadah haji yang dilakukan anak kecil, ngga ada salahnya para orang tua mengajak anaknya untuk ikut serta ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji meski kewajiban tersebut masih ada sampai anak dewasa. Orang tua bisa memberikan pengalaman religi ke anak sejak dini. Begitu pula dengan anak bisa belajar dan mengetahui lebih dalam rukun Islam yang kelima ini.

5
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *