Salsabila A a wanderer and a writer

ALASAN SAUDI MELARANG MAULID

1 min read

ALASAN SAUDI MELARANG MAULID

Masuk bulan Rabiul Awal, ada salah satu tanggal merah yang selalu ramai disemarakkan sama banyak kalangan umat muslim. Maulid Nabi Muhammad shalallahualaihi wassalam. Kamu merayakannya juga kah? Di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, sudah menjadi pemandangan yang lumrah jika menjelang bulan Rabi’ul Awal banyak terpajang poster dan spanduk besar berupa ucapan selamat dan ajakan untuk merayakan hari kelahiran nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Tapi ternyata, di kota asal lahirnya Rasulullah justru pemandangannya berbeda. Di tanah suci Makkah dan Madinah, tidak nampak perayaan di masjid masjid di kota Arab Saudi termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Hal ini disebabkan sebagian besar ulama Arab Saudi seperti, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz,  pernah ditanya tentang perayaan tersebut. Beliau menjawab dengan tegas bahwa acara tersebut tidaklah menunjukkan kecintaannya kepada nabi.

 

Para ulama Saudi berpendapat bahwa merayakan maulid bukanlah cara yang tepat untuk menunjukkan kecintaaan kita kepada Rasulullah. Dan pada kenyataannya Ahlussunnah lebih mencintai Rasulullah daripada ayah-ayah dan ibu-ibu mereka dan daripada diri mereka sendiri. Lebih lanjut, ulama yang biasa dipanggil dengan syaikh Bin Baz itu membawakan sabda nabi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.

 

Kemudian, ulama yang kini telah tiada itu membawakan perkataan  kholifah yang kedua. “Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, (tidak benar) sampai aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekarang (engkau benar) wahai Umar”.

 

Kemudian Syaikh Bin Baaz juga berpendapat, bahwa Ahlussunnah beriman bahwasanya Rasulullah lebih mereka cintai daripada segala sesuatu setelah Allah. Yang paling dicintai oleh Ahlussunnah adalah Allah kemudian Rasulullah manusia termulia dari kalangan mereka. Kemudian nabi-nabi lain yang kedudukannya setelah Nabi kita. Dan kita mengikuti jalan mereka (ahlussunnah). Ulama ulama Saudi juga berkeyakinan bahwa seandainya Rasulullah mengajarkan untuk merayakan maulid ini, tentu kami akan merayakannya. Akan tetapi beliau tidak mengajarkannya tidak juga dari kalangan sahabat yang pernah merayakan maulid.

 

Nah, itulah mengapa Saudi melarang adanya perayaan maulid Nabi, karena memang tidak ada dalam Al-Quran, pun tidak dijalankan sama sahabat-sahabat Rasulullah yang justru punya kecintaan yang tinggi sama Rasulullah. 

 

Oleh: Firman Zamzami Lc

Editor: Salsabila Ainurrohman

4
Salsabila A
Salsabila A a wanderer and a writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *