Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

ADA LARANGAN MEMAKAI PARFUM DI TANAH SUCI, BAGAIMANA HUKUMNYA?

1 min read

ADA LARANGAN MEMAKAI PARFUM DI TANAH SUCI, BAGAIMANA HUKUMNYA?

Coba lihat parfum apa saja yang kamu miliki diantara perlengkapan penunjang penampilanmu. Ngga jarang dari kita yang memiliki beberapa koleksi parfum. Adanya lebih dari satu parfum yang kita miliki bisa karena sifat konsumtif kita, lapar mata saat melihatnya di rak supermarket. Bisa juga karena kesengajaan, untuk dipakai sesuai dengan moment atau acara yang kita hadiri. Sebanyak apapun parfum yang kamu miliki itu bukan masalah. Ya asal ngga mengganggu keuanganmu kan? Tapi baiknya untuk meninggalkan koleksi parfum kamu itu saat pergi haji atau umroh ke tanah suci. Karena ada larangan memakai parfum di tanah suci.

 

Sebenarnya dalam islam, penggunaan parfum dibolehkan. Bahkan, Rasulullah menyukainya dan memakai parfum adalah salah satu hal yang dianjurkan oleh beliau. Karena dianjurkan oleh Rasulullah, maka hukum memakai parfum itu sunnah. Tapi di dunia ini selalu ada batas, betul? Kebebasan manusia pun dibatasi oleh kebebasan manusia lain kan? Batasan, norma, aturan akan selalu ada untuk semua tindakan. Dan larangan memakai parfum di tanah suci termasuk dalam batasan itu. Paling ngga kita harus mengikuti aturan tentang kapan, di mana, dan bagaimana kita memakainya.

 

Parfum atau wewangian disunnahkan untuk dipakai saat akan pergi ke masjid, khususnya di hari jumat. Karena bisa membuat ibadah khusu’ dan menyenangkan. Itu dikatakan oleh Ibni Abbas ra, yaitu bahwa Rasulullah bersabda, “ Hari ini (Jumat) adalah hari besar yang dijadikan Allah untuk muslimin. Siapa di antara kamu yang datang shalat Jumat hendaklah mandi dan bila punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak”.

 

Sementara salah satu batasan tentang bagaimana memakainya yaitu terkait bau dan warnanya. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Dawud, “Sesungguhnya sebaik-baiknya parfum bagi laki-laki adalah yang tampak baunya dan tersembunyi warnanya. Dan sebaik-baik parfum wanita adalah yang tampak warnannya dan tersembunyi baunya”.

 

Nah, kalau larangan memakai parfum di tanah suci, dasar yang banyak dipakai adalah Bulughul Marom, hadist nomor 731 , yang berbunyi: “Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai pakaian apa yang boleh dipakai oleh muhrim (orang yang berihram)?” Beliau menjawab, “Tidak boleh memakai baju yang punya lengan, ‘imamah (penutup yang menyelubungi kepala), celana, baronis (pakaian yang menutupi kepala dan badan), sepatu, kecuali jika tidak memilikii sendal, hendaklah ia mengenakan dua sepatu lalu dipotong bagian yang lebih bawah dari dua mata kaki.

 

...Dan jangan memakai pakaian yang tersentuh minyak za’faran dan waros (wewangian dari tanaman yang warnanya merah).” 

 

Lalu bagaimana dengan sabun dan shampo yang biasanya berbau wangi? Mungkin pertanyaan itu terbesit di pikiran kamu saat ini. Kalau kamu mau bawa sabun maupun shampo yang wanginya buah, bunga, dan sebagainya masih boleh. Setidaknya pendapat ulama mayoritas mengatakan seperti itu walaupun ada juga yang punya pendapat sebaliknya. Jadi, ngga berat kan larangan memakai parfum di tanah suci ini? Apalagi pasti ada hikmahnya, seperti menghindarkan kamu memancing perhatian asing di sana misalnya? Ngga nyaman kan kalau dilihatin sama orang-orang asing?

1
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *